Friday, 23 December 2011

lirik lagu daerah kerinci

Diuleh Budui
Angain buremboah sampe ni pesau
Jahiu basusang maminte maeh
Kasaih bucahe diuleh budui             2
Janjiu ngi manaih munyayek hatai                 x
Niek baduo lau nyiu sampe
Akau lah jatoih diuleh nasik
Dudoik ngi suhau munahan iboa
Rambuk ni panjau dikipoih angai                       2x
Reff :
Adeu didusing munahan iboa
Akau dirantoi munabuik budui
Badai diurau, atai di adeuk
Sabailah adeuk, sabailah adeuk

Sapanje malu aku ni mintauk
Dapaik lah gantui urau ngi ilauk
Buleuh nyiu senau urau mumandau
Pangubika atai, pularoi benciu                      2x







Atai iboa, tangaih idok sampe

Akau dudoik mumandang langaik
Takimek buroi terboa buduoi
Atai iboa, tangaih idok sampe
Taingauk maseu janjiu baduoa.

Adeuk ngi jaoih ditaneh awo, lah lupe maseu kite bajanjiu.
Aku dirantoi munahan iboa
Sambiu mungeloih kulangek tinggai
Mungkin disitiu pandau butemau.

Mbauh kunangaih, apeu ngi akau tangeh
Mbauh muratuk, sidiuk ndek diratauk.
Tangoih idok dapoak mungulang waktau.
Ratauk idok dapok, mnok adeu babaleuk

Badoooa dirantoa tabuoai sudoah,
Janjiu baduoa lah ilau sudoah.
Lah hinea niyau badai dirantai,
Adeuk mumiluih uhau buradoai.





Oh Mamauk
Oh mamauk, apeu sebik punakau tabuoi
Punakau taiu mamauk buradoi, punakau muskang hine dipandau.
Oh mamauk, ingauklah jugoa budui ngi lame
Katike hiding suseh busamiu, punakau adoa disamping mamauk.

Mamauk oi Mamauk
Kinai punakau lah tinggau suhe, rindauk lah jaoih diimbe tuhau,
Bapoik lah jaoih ilau buriteu.
Mamauk oi mamauk
Tinggaulah mamauk punakau nahiu, tempoik mungadui hatai ngi iboa.
Tapui mamauk kinai lah lupe budui.
Punakau hine, tiboa sudoah

Kupadeu siapeu agui badoi mungadui, bu mamauk adoa lagek uhau laing
Tuhau  jepinglah badoi, buleuh butemau ngi badi rindauk.
Bielah senau mamauk ngi tinggau.

Thursday, 22 December 2011

Asam dan Basa


A.    Teori asam basa
•    Teori Arhenius
Asam  Zat yang melepaskan ion hiodrogen (H+) dalam larutan.
Contohnya : HCl
Basa  zat yang dapat melepaskan ion hidroksida (OH-) dalam larutan.
Contoh : NaOH
•    Teori Bronsted-Lowry
Asam : Donor proton
Basa : Akseptor Proton
Contoh : HCl     +    H2O        H3O + Cl-
      (donor proton)    (akseptor proton)
•    Teori Lewis
Asam  Zat-zat yang dapat menerima pasangan elektron bebas
Contoh : BF3 , Fe3+, Al3+
Basa  zat yang dapat memberi pasangan electron bebas.
Contoh : NH3, Etilendiamina, F-, Cl-
B.    Tetapan Kesetimbangan Pengionan Asam Basa



lewis
              bronsted lowry
              arhenius





•     Semakin besar nilai tetapan pengionan asam.
(Ka)  suatu zat akan semakin bersifat asam. Semakin besar Kb  semakin bersifat basa
•    pKa adalah nilai dari –log Ka
pKb adalah nilai dari log Kb
 (Ka/Ca)1/2

•    Contoh asam kuat ( 1)    : HCl, HNO3, H2SO4,HclO4,
Contoh Asam lemah (0<<1)    : CH3COOH, HF, HCN, H2SO4, dan H3PO4.
Contoh Basa kuat ( 1)    : NaOH
Contoh Basa lemah (0<<1)    : NH4OH

 (Kb/Cb)1/2
   
Roki mirza.
C.    Konsentrasi ion H+ dan Ph
•    pH Asam kuat dan basa kuat
Asam kuat : [H+] = Ca dan pH = pCa
Basa kuat : [OH-] =Cb dan pOH = pCb   pH = pKw-pCb
pH Asam Lemah dan Basa Lemah


1[H+] = (KaxCa)1/2 & [OH-] = (KbxCb)1/2
•    pH Larutan Garam
1.    Garam dari asam kuat dan bsa kuat
Contoh : NaCl, NaNO3, dan KCl
pH = 7  Netral (berapapun Konsentrasinya)
2.    Garam dari asam lemah dan basa kuat.
[OH-] = (Kw x Cg/Ka)1/2
3.    Garam dari asam kuat dan basa lemah
[H+] = (Kw x Cg/Kb)1/2
4.    Garam dari asam lemah dan basa lemah
[H+] = (Kw x Ka/Kb)1/2
roki mirza
D.    Indikator asam basa
Zat yang dapat berubah warna bila pH larutan berubah . namun diluar kisaran trayek pHnya indikator tsb tidak tampak berubah.
Roki mirza.
E.    Campuran penahan ( Bufferr )
    Campuran yang dapat menahan pH suatu larutan meskipun ditambahkan asam kuat ataupun basa kuat.
1.    Buffer asam terbentuk dari asam lemah dan garamnya
[H+] = Ka x Ca/Cg
                       2. Buffer basa terbentuk dari basa lemah dan garamnya.
[OH-] = Kb x Cb/Cg

F.    Daya tahan campuran penahan
    Jumlah Mol asam kuat atau basa kuat yang harus ditambahkan kedalam satu liter campurran penahan agar terjadi perubahan pH sebesar satu satuan
•    Daya tahan akan maksimum bila Ca/Cg = 1 atau pH=pKa untuk bufer asam, dan Cb/Cg=1 atau pOH=pKb untuk buffer basa.
•    Daya tahan akan meningkatnya Ca, Cb, dan  Cg.

Friday, 21 October 2011

thanks GOD

Kata yang selalu keluar dari mulutku ialah Thanks God for today. saya selalu mngucap syukur pada Allah karena berkat Rahmat_Nya saya dapat menjalani hari sampai sejauh ini.
Awal langkah yang membuat aku tak berhenti mengucap "Thanks God" ialah ketika aku diterima disala sata perguruan tinggi yang saya impikan sjak dulu.
Entah mengapa saya merasa Allah selalu hadir disetiap saya minta bantuan. Allah selalu ada dan selalu mngabulkan apa yang aku inginkan, kalaupun tidak dikabulkan saya selalu yakin hal itu bukan yang terbaik untukku.

Thanks God for Today kembali sering saya ucapkan ketika Dia tau apa yang saya butuhkan meskipun saya tak pernah meminta padanya.

You Are My Lord,,, You are My God.


THANKS GOD FOR TODAY

Tuesday, 18 October 2011

RAWANG

kebudayaan rawang

masjid raya rawang
MRR
Rawang adalah kecamatan yang terletak ditengah2 klota sungai penuh,yang juga kec.yang banyak budayanya.
Diantara budaya2 rawang:
-rentak kudo.
-lagu yang begitu indah
-seni bangun masjid yang megah
-dan ukiran tabuh yang mempesona!
Rawang dikenal juga dengan 3 dili 4 tanah rawang,3 mudik 4 tanah rawang,dan juga rawang sering disebut dengan nama dusun delapan karena dahulunya rawang terdiri dari 8 desa.yaitu:
-koto dian
-koto beringin
-maliki air
-kampung dalam
-larik kemahan
-kampung diilir
-dusun diilir
-koto teluk.
Rawang selalu erat kaitannya dengan gotong royong karena masyarakatnya selalu bersama-sama dalam segala hal,dan juga dikenal dengan sebutan dusu kenyaho batuah.
Budaya rawang yng sangat terkenal daalah rentak kudo bahkan sampai keluar negeri.kebudayaan masyarakat yang masih kental daoat dirasa di daerah ini.semua orangnya ramah-tamah dan bermasyarakat.
Konon katanya masjid raya rawang dibangun dengan hanya dengan kayu n tiang2 penyangga tengahnya melambangkan desa-desa dirawang.dan bahkan tabuh yang berada di desa kampong dalam dibuat dengan cara gotong royong.
Itulah sebabnya rawang dikenal bengan desa gotong royong.
Disamping itu ada mitos mengatakan bahawa pernah ada kanyaho yang bertuah,di pohin kanyaho tyersebut terdapat ayam dan anjing hitam,apabila ayam berkokok maka akan tiba kemasyhuran pad desa rawang dan apabila anjing yang menggogong maka akan tiba bencana dideas rawang.kanyaho batuah pun musnah karena terbakar ole api,yang kala itu terjadi gempa.samapi sekarang kanyaho batuah masih dipercaya masyarakat rawang.
You like this post.

drama tradisional( laut 1000 senja)

LAUT SERIBU SENJA
Tema : Asal mula nama Kerinci
Sinopsis : Cerita ini mengisahkan tentang perebutan kekuasaaan, yang satu ingin malihat negerinya itu aman dari segala musibah. Dan yang satunya lagi hanya menuruti apa yang ada dipikirannya dan bersenang-senang.
Pemeran : - Siak Lengis => Roki Mirza
- Dayang 1 => Novita Maryalis

biologi-genetika

DIKTAT PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XII IPA 2009-2010
Halaman 1
DIKTAT 6 GENETIKA volume 4 PENYIMPANGAN HUKUM MENDELL A. Pendahuluan Kadang kala kita melihat bahwa hasil persilangan yang terjadi tidak lah seperti yang kita harapkan atau tidak seperti apa yang diperkirakan oleh Mendel. Hal ini wajar terjadi, dan dalam kemungkinan yang besar akan dapat terjadi. Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dari Hukum Mendel tersebut, terlebih lagi bahwa hukum Mendell merupakan hukum kemungkinan, yang kemungkinan terjadinya sangat ditentukan oleh faktor dari dalam makhluk hidup yang bersilangan dan faktor luar dari makhluk hidup yang bersilangan tersebut. Berikut akan kita pelajari beberapa penyimpangan-penyimpangan dari hukum mendell tersebut, terkadang ada yang seolah-olah perbandingan

reformasi di indonesia

Era reformasi

Pemerintahan Habibie

Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.

Pemerintahan Wahid

Pemilu untuk MPR, DPR, dan DPRD diadakan pada 7 Juni 1999. PDI Perjuangan pimpinan putri Soekarno, Megawati Sukarnoputri keluar menjadi pemenang pada pemilu parlemen dengan mendapatkan 34% dari seluruh suara; Golkar (partai Soeharto – sebelumnya selalu menjadi pemenang pemilu-pemilu sebelumnya) memperoleh 22%; Partai Persatuan Pembangunan pimpinan Hamzah Haz 12%; Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 10%. Pada Oktober 1999, MPR melantik Abdurrahman Wahid sebagai presiden dan Megawati sebagai wakil presiden untuk masa bakti 5 tahun. Wahid membentuk kabinet pertamanya, Kabinet Persatuan Nasional pada awal November 1999 dan melakukan reshuffle kabinetnya pada Agustus 2000.
Pemerintahan Presiden Wahid meneruskan proses demokratisasi dan perkembangan ekonomi di bawah situasi yang menantang. Di samping ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut, pemerintahannya juga menghadapi konflik antar etnis dan antar agama, terutama di Aceh, Maluku, dan Papua. Di Timor Barat, masalah yang ditimbulkan rakyat Timor Timur yang tidak mempunyai tempat tinggal dan kekacauan yang dilakukan para militan Timor Timur pro-Indonesia mengakibatkan masalah-masalah kemanusiaan dan sosial yang besar. MPR yang semakin memberikan tekanan menantang kebijakan-kebijakan Presiden Wahid, menyebabkan perdebatan politik yang meluap-luap.

Pemerintahan Megawati

Pada Sidang Umum MPR pertama pada Agustus 2000, Presiden Wahid memberikan laporan pertanggung jawabannya. Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran menyerbu MPR dan meminta Presiden agar mengundurkan diri dengan alasan keterlibatannya dalam skandal korupsi. Di bawah tekanan dari MPR untuk memperbaiki manajemen dan koordinasi di dalam pemerintahannya, dia mengedarkan keputusan presiden yang memberikan kekuasaan negara sehari-hari kepada wakil presiden Megawati. Megawati mengambil alih jabatan presiden tak lama kemudian.Kabinet pada masa pemerintahan Megawati disebut dengan kabinet gotong royong.

Pemerintahan Yudhoyono

Pada 2004, pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan Susilo Bambang Yudhoyono tampil sebagai presiden baru Indonesia. Pemerintah baru ini pada awal masa kerjanya telah menerima berbagai cobaan dan tantangan besar, seperti gempa bumi besar di Aceh dan Nias pada Desember 2004 yang meluluh lantakkan sebagian dari Aceh serta gempa bumi lain pada awal 2005 yang mengguncang Sumatra.
Pada 17 Juli 2005, sebuah kesepakatan bersejarah berhasil dicapai antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan selama 30 tahun di wilayah Aceh.

Catatan kaki

  1. ^ Masih diperdebatkan, apakah termasuk H. erectus atau H. sapiens
  2. ^ Swisher et al. 1996 (cit. Capelli et al. 2001. Am. J. Hum. Genet. 68:432-443) menyebutkan hingga 25.000 tahun yang lalu.
  3. ^ Roberts 1990.
  4. ^ Musyrifah Sunanto, Sejarah Peradaban Islam Indonesia, 2005, Rajawali Press, hal. 8-9; Ahmad Mansur Suryanegara, Menemukan Sejarah, 1998, cet. IV, Mizan, hal. 92-93; A. Hasymi, Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia: Kumpulan prasaran pada seminar di Aceh, 1993, cet. 3, al-Ma’arif, hal. 7; Hadi Arifin, Malikussaleh: Mutiara dari Pasai, 2005, PT. Madani Press, hal. Xvi; Ensiklopedia Tematis Dunia Islam Asia Tenggara, Kedatangan dan Penyebaran Islam oleh Dr. Uka Tjandrasasmita, 2002, Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, hal 9-27. Dalam beberapa literatur lain disebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia abad ke 9. Ada juga yang menyebutkan abad ke 13. Namun, sebenarnya Islam masuk ke Indonesia abad 7M, lalu berkembang menjadi institusi politik sejak abad 9M, dan pada abad 13M kekuatan politik Islam menjadi amat kuat.
  5. ^ Musyrifah Sunanto, op cit. hal 6.

kerajaan-kerajaan islam di indonesia (SEJARAH)


KERAJAAN SAMUDERA PASAI

  1. Awal Perkembangan Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Samudera Pasai terletak di pantai utara Aceh, pada muara Sungai Pasangan (Pasai). Pada muara sungai itu terletak dua kota, yaitu samudera (agak jauh dari laut) dan Pasai (kota pesisir). Kedua kota yang masyarakatnya sudah masuk Islam tersebut disatukan oleh Marah Sile yang masuk Islam berkat pertemuannya dengan Syekh Ismail, seorang utusan Syarif Mekah. Merah Selu kemudian dinobatkan menjadi sultan (raja) dengan gelar Sultan Malik al Saleh.
Setelah resmi menjadi kerajaan Islam, Samudera Pasai berkembang pesat menjadi pusat perdagangan dan pusat studi Islam yang ramai. Pedagang dari India, Benggala, Gujarat, Arab, Cina serta daerah di sekitarnya banyak berdatangan di Samudera Pasai.
Samudera Pasai setelah pertahanannya kuat segera meluaskan kekuasaan ke daerah pedalaman meliputi Tamiang, Balek Bimba, Samerlangga, Beruana, Simpag, Buloh Telang, Benua, Samudera, Perlak, Hambu Aer, Rama Candhi, Tukas, Pekan, dan Pasai.

  1. Aspek Kehidupan Politik
Ada beberapa raja yang pernah memerintah Samudera Pasai, antara lain:
1)     Sultan Malik al Saleh ( 1290 – 1297)
2)     Muhammad Malik az Zahir ( 1297 – 1326 )
3)     Mahmud Malik az Zahir ( 1326 – 1345)
4)     Mansur Malik az Zahir ( …. – 1346 )
5)     Ahmad Malik az Zahir ( 1346 – 1383 )
6)     Zain al Abidin Malik az Zahir ( 1383 – 1405 )
7)     Nahrasiyah ( 1405 – 1412 )
8)     Sallah ad Din ( 1412 – … )
9)     Abu Zaid Malik az Zahir ( … – 1455 )
10) Mahmud Malik az Zahir ( 1455 – 1477 )
11) Zain al Abidin ( 1477 – 1500 )
12) Abdullah Malik az Zahir ( 1501 – 1513 )
13) Zain al Abidin ( 1513 – 1524 )
Kehidupan politik yang terjadi di Kerajaan Samudera Pasai dapat dilihat pada masa pemerintahan raja-raja berikut ini:
  1. Sultan Malik al Saleh
Sultan Malik al Saleh merupakan raja pertama di Kerajaan Samudera Pasai. Dalam menjalankan pemerintahannya, Beliau berhasil menyatukan dua kota besar di Kerajaan Samudera Pasai, yakni kota Samudera dan kota Pasai
dan menjadikan masyarakatnya sebagai umat Islam. Setelah beliau mangkat pada tahun 1297, jabatan beliau diteruskan oleh putranya, Sultan Malik al Thahir. Lalu takhta kerajaan dilanjutkan lagi oleh kedua cucunya yang bernama Malik al Mahmud dan Malik al Mansur.
  1. Malik al Mahmud dan Malik al Mansur.
Dalam menjalankan pemerintahannya, Malik al Mahmud dan Malik al Mansur pernah memindahkan ibu kota kerajaan ke Lhok Seumawe dengan dibantu oleh kedua perdana menterinya.

sejarah sastra indonesia

MEMBINCANG SEJARAH SASTRA INDONESIA[1]
Oleh : Lukni Maulana[2]

Peradaban manusia tidak dapat lepas dari budaya dan seni. Hal ini dibuktikan atas peninggalan catatan manusia dalam bentuk tulisan. Pada awalnya, tulisan ini hanya dipergunakan dalam ritual keagamaan dan dokumentasi hal-hal penting.
Namun dalam perkembangan lebih lanjut, tulisan juga dijadikan sebuah seni yang memiliki teknik serta gayanya sendiri. Seperti kitab kesusastraan dan seni menulis indah yang disebut kaligrafi.
Di Indonesia budaya tulis-menulis baru dimulai sejak abad Ke IV masehi, ditemukan bukti pertama catatan yang dituliskan pada prasasti Yupa.[3] Kemampuan manusia membuat catatan tertulis terus berkembang hingga masuknya agama Islam dengan aksara arab, serta aksara latin yang dibawa bangsa Eropa di nusantara. Perkembangan sastra Indonesia sendiri, baru dimulai sejak periode angkatan Balai Pustaka di tahun 1920. Momen ini dijadikan pula sebagai tonggak awal penulisan sastra modern Indonesia.

Priode-Priode Sastra Indonesia
Sejarah sastra di Indonesia dibagi menjadi beberapa periode sesuai dengan perubahan momentum sosial dan politik di Indonesia Meskipun banyak ahli yang mengatakan pembagian periodisasi sastra di Indonesia dimulai sejak masa Balai Pustaka di tahun 1920. Menuru pendapat Simomangkir Simanjuntak yang berpendapat sejarah sastra dimulai sejak Indonesia memasuki masa sejarah atau masa ketika tulisan baru dikenal.
  1. 1. Masa Prakolonial
  1. Masa Hindu-Budha (abad IV sampai XIV masehi)
Periodisasi dimulai sejak ditemukannya catatan tertulis pada abad IV dalam prasasti Yupa. Ketika masa itu, tulisan mengadopsi bahasa Sansekerta dan huruf Palawa dari India. Bahasa dan tulisan tersebut, dibawa oleh kaum brahmana yang dimaksudkan untuk kegiatan ritual keagamaan. Namun tidak hanya sebatas itu, para pujangga nusantara mulai mengembangkan kemampuan mereka dalam kesusastraan. Tercatat di masa Kerajaan Kediri Jawa Timur, tergubahlah kitab epik Baratayudha versi bahasa Jawa yang dikarang oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa, dan diteruskan lagi di masa Kerajaan Majapahit dengan mahakarya kitab Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca serta kitab Sutasoma oleh Mpu Tantular
  1. Masa Kesultanan Islam (Abad XIV sampai XVII)
Pada awalnya, kisah-kisah yang beredar terkait dengan cerita para nabi, Rasulullah Muhammad SAW, sunan, wali, atau orang suci lainnya. Namun kesusastraan yang bernafaskan Islam ini terus berkembang hingga ke kehidupan yang berlatarbelakangkan nusantara seperti suluk Wujil karangan Sunan Bonang. Menceritakan wejangan-wejangan Sunan Bonang kepada Wujil, seorang cebol yang terpelajar mantan abdi dalem keraton Majapahit
  1. 2. Masa kolonial Belanda.
  1. Pujangga Melayu Lama (Sebelum abad XX)
Karya sastra didominasi oleh Syair, gurindam, pantun, dan hikayat. Isi cerita berkisah sejarah dan moral. Ciri utama masa ini adalah anonim atau tak ada nama pengarang. Berkembang di daerah sumatra seperti Riau, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Contoh yang terkenal adalah Hikayat Bayan Budiman dan syair Ken Tambunan
  1. Pujangga Balai Pustaka (1920–1950)
Masa ini ditandai dengan berdirinya penerbit Balai Pustaka yang dimaksudkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk mengatur  karya beredar. Karya-karya yang dihasilkan kebanyakan berupa roman dan novel. Tersebutlah beberapa karya besar seperti Azab dan Sengsara karya Merari Siregar, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka, dan Siti Nurbaya karya Marah Roesli.

sejarah palang merah indonesia

SEJARAH PALANG MERAH INDONESIA Oleh: LINTANG WISESA ATISSALAM Ex : PMR Wira SMA Al-Islam 1 Surakarta Angkatan ‘08-’09 PMR PMI Cabang Kota Surakarta Angkatan IX Surakarta, 2010 Pada masa pendudukan Belanda di Indonesia, kegiatan Kepalangmerahan Indonesia masih dipegang oleh NERKAI ( Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie ), yakni Palang Merah Hindia-Belanda yang berdiri sejak 21 Oktober 1973. Sejak 1932, dr. RCL Senduk dan dr. Bahder Djohan mengusulkan kepada Pemerintah Belanda agar Indonesia memiliki badan Palang Merah sendiri. Namun usulan tersebut ditolak dengan alasan rakyat Indonesia belum mampu mengatur badan Palang Merahnya sendiri. Pada 1940 usulan ini diajukan kembali, namun sekali lagi mendapat penolakan dari pemerintah Belanda. Pada masa-masa pendudukan Jepang, 1942-1945, dirintis kembali perjuangan membentuk badan Palang Merah sendiri, namun tetap belum terwujud dikarenakan pemerintah Jepang khususnya, dan masyarakat dunia tengah menghadapi dahsyatnya akhir Perang Dunia II. Barulah setelah merdeka usulan ini terwujud. Pada 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan, dr. Boentaran, untuk merealisasikan pembentukan Palang Merah Nasional. Dengan segera dr. Boentaran membentuk panitia persiapan pembentukan Palang Merah Nasional. Panitia yang tenar dengan sebutan Panitia Lima itu terdiri atas:
1. Ketua : dr. R. Mochtar
2. Penulis : dr. Bahder Djohan
3. Anggota : dr. Djoehana
4. Anggota : dr. Marzuki
5. Anggota : dr. Sitanala
Dan akhirnya pada 17 September 1945 terbentuklah Palang Merah Indonesia bersamaan dengan dilantiknya pengurus PMI pertama oleh Wakil Presiden RI Moh. Hatta. Pengurus PMI pertama adalah sebagai berikut: Ketua : Drs. Moh. Hatta Wakil Ketua: dr. Boentaran Penulis : dr. Mochtar Bendahara : Mr. T. Saubari Penasihat : KH Raden Adrian Organisasi PMI diakui Indonesia sebagai satu-satunya badan Palang Merah Nasional dan disahkan melalui Keputusan Presiden No. 25 tahun 1950 tanggal 16 Januari 1950. Palang Merah Indonesia diakui oleh badan pusat ICRC ( International Committee of the Red Cross ) dengan surat No. 392 pada 15 Juni 1950. Palang Merah Indonesia pun akhirnya diakui oleh dunia dan diterima sebagai anggota Liga Palang Merah Internasional pada 16 Oktober 1950. Mars PMI mulai berkumandang sejak diciptakan oleh H.S. Muhtar pada 1967 di PMI Cabang Kudus, Jawa Tengah.

REsensi BUkU “metode penelitian” NON FIKSI

KATA PENGANTAR Pertama-tam mrilah kit pnjatkan kehadirat ALLAH SWT,yang mana Dia telah memmberikan kita nikmat kesehatan sehingga kita mampu menyelesaikan RESENSI buku non fiksi ini.Tida lupa pula shalawat beriring salam kita hadiahkan untuk nabi kita Muhammad SAW karena Beliau telah membawa kit dar zaman kebodohan kezaman yng penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat hari ini. Tugas resensi ini dibuat untuk memenuhi tugas bahasa indonesia, sebagai manusia biasa mungkin dalam penulisan resensi kami memiliki banyak kesalahan, namun penulis berharap tugas ini dapat memberikan pengetahuan bgi pembaca dan berguna dalam pengembangan pelajaran bahasa indonesia. Sungai Penuh,22 november 2010 PENULIS BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Resensi ini dibuat untuk memenuhi tugas bahasa indonesia,agar siswa-siswa memahami dan mengerti cara membuat RESENSI dan apa itu resensi. Resensi merupakan penilaian atau pembahasan suatu buku,maka adanya cara pembuatan resensi ini,maka siswa dapat menilai suatu buku apakah buku itu layak untuk dibaca oleh umum atau tidak. 1.2 TUJUAN Resensi ini dibuat untuk membantu pembelajaran, serta melengkapi pematerian tentang resensi. Dengan tersusunnya resensi ini, supaya kita semua akan lebih banyak tahu hal-hal yang berkaitan dengan resensi. Penulis mengambil buku yang berjudul METODE PENELITIAN bertujuan untuk memberi penilaian terhadap buku tersebut tentang kelayakan untuk di publikasikan. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR………………………………………………. DAFTAR ISI………………………………………………………… PENDAHULUAN…………………………………………………… -LATAR BELAKANG………………………………………. -TUJUAN……………………………………………………. RESENSI BUKU NON FIKSI Pengetahuan,ilmu dan penelitian……………. PENUTUP…………………………………………………………… -TUJUAN -KRITIK DAN SARAN -DAFTAR PUSTAKA BAB 2 PEMBAHASAN RESENSI BUKU NON FIKSI METODE PENELITIAN Pengarang : Beni Ahmad Saebani,M.si Penerbit : Pustaka Setia Tahun Terbit : 2008 Tebal Buku : 220 halaman Harga Buku : Rp 80.000,- Warna buku : Biru Beni Ahmad Saebani,lajir disubang pda tanggal 21 april 1968.pendidikan dasarnya diselesaikan pada tahun 1980 di SDN V Pemanukan-Subang. Kemudian thalabul ‘ilmi dipondik pesantren Persatuan Islam Benda-Tasik Malaya pada thun 1980-1983.Beliau merupakan alumni Universitas Padjajaran Bandung dalam Bidang Kajin Utama Sosilogi-Antropologi.selesai dengan gelar Magister Sains pd tahun 2004. Dalam aktivitas inelektualnya,penulis mulai tahun 1991 sampai dengan sekarang menjabat sebagai Dosen tetap Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung.Penulis aktif dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Civic Education Center (CEC) sebagi direktur Bidang Sosial Politik. Penulis juga telah banyak menerbitkan buku dintaranya : Sosial Hukum (2007) oleh Pustaka Setia,Filsafat hukum Islam; Filsfat Ilmu dll. Buku yang ditulis beni ahmad saebani membahs pemecahan masalah secara ilmiah,yang berkaitan dengan masalah kehidupan manusia dalam konteks sosial akademik.Buku ini pembahasannya diurai secara detail perbedaan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan kualitatif. Terutama bagi mahasiswa perguruan tinggi islam,dengan kurikulum silabu mata kuliah metode penelitian yang telah ditetapkan akan lebih mudah mencari jawaban metodelogis berkaitan dengan pembuatan rencana penelitian,baik skripsi,tesis maupun desertasi . Selain itu,dalam buku ini dibahas segala hal yang berkaitan dengan teknik pengumpilan dat dan pengolahan data,sehingga calon peneliti atau mahasiswa tidak begitu saja menentukan jenis dat,sumber data,dan teknik pengumpulan data yang mayoritas.Namun dalam buku ini sebgai pelajar SMA kata yang digunakan sulit untuk dimengerti karena bahasa yang digunakan terlalu tinggi.juga dalam buku ini harus ada guru pembimmbing untuk membahas isi buku. Adapun apabila dibanding dengan buku sejenis dengan jusdul yang sama buku ini memiliki isi yang menarik untuk dibaca,dan cangkupan tentang penelitian cukup luas sehingga para peneliti mampu meneliti dengan baik dan benar.dalam buku ini juga terdapat rumus-rumus dalam membuat hasil penelitian agar penelitian terselesaikan dengan mudah. Sebaiknya buku ini tidak hanya ditulis untuk mahasiswa perguruan tinggi,tetapi juga untuk pelajar setara SMA agar para pelajar juga mampu membuat suatu penelitian dan ketika mereka melanjutkan keperguruan tinggi mereka tidak merasa kaku dengan penelitian. BAB 3 PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Buku ini mampu membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian. Selain itu juga dapat membantu kita mengetahui cara-cara penelitian yang benar. Sehingga para pembaca lebih memahami bagaimana melakukan penelitian. 3.2 SARAN Dengan begitu banyak kelebihan didalam buku ini, maka buku ini sungguh layak untuk di publikasikan. Serta untuk penulis atau pengarang buku ini, supaya lebih sukses dan maju maka untuk membuat buku selanjutnya agar dapat memperhatikan kata-kata yang digunakan juga agar dapat mengeluarkan buku seperti ini juga untuk para pelajar SMA. Kami berharap kepada pengarang agar dapat mendengar saran dari kami agar mengeluarkan buku-buku selanjutnya juga lebih bagus dari buku-buku sebelumnya. RESENSI BUKU NON FIKSI “METODE PENELITIAN” D I S U S U N O L E H Roki mirza XII ia U Guru pembimbing : Dra Yuliarti Dinas pendidikan,olah raga dan kebudayaan Sungai Penuh Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Sungai Penuh. DAFTAR PUSTAKA Saebani,Beni Ahmad.2008.Metode Penelitian.Jakarta:PT Pustaka Setia.

REsensi ” BUNG HATTA” NON FOKSI

KATA PENGANTAR
Pertama-tam mrilah kit pnjatkan kehadirat ALLAH SWT,yang mana Dia telah memmberikan kita nikmat kesehatan sehingga kita mampu menyelesaikan RESENSI buku non fiksi ini.Tida lupa pula shalawat beriring salam kita hadiahkan untuk nabi kita Muhammad SAW karena Beliau telah membawa kit dar zaman kebodohan kezaman yng penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat hari ini.
Tugas resensi ini dibuat untuk memenuhi tugas bahasa indonesia, sebagai manusia biasa mungkin dalam penulisan resensi kami memiliki banyak kesalahan, namun penulis berharap  tugas ini dapat memberikan pengetahuan bgi pembaca dan berguna dalam pengembangan pelajaran bahasa indonesia.
Sungai Penuh,22 november 2010
PENULIS

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Resensi ini dibuat untuk memenuhi tugas bahasa indonesia,agar siswa-siswa memahami dan mengerti cara membuat RESENSI dan apa itu resensi.
Resensi merupakan penilaian atau pembahasan suatu buku,maka adanya cara pembuatan resensi ini,maka siswa dapat menilai suatu buku apakah buku itu layak untuk dibaca oleh umum atau tidak.
1.2 TUJUAN
Resensi ini dibuat untuk membantu pembelajaran, serta melengkapi pematerian tentang resensi. Dengan tersusunnya resensi ini, supaya kita semua akan lebih banyak tahu hal-hal yang berkaitan dengan resensi.
Penulis mengambil buku yang berjudul HATTA bertujuan untuk memberi penilaian terhadap buku tersebut tentang kelayakan untuk di publikasikan.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………….
DAFTAR ISI …………………………………………………………
PENDAHULUAN ……………………………………………………
-LATAR BELAKANG ……………………………………….
-TUJUAN …………………………………………………….
RESENSI BUKU NON FIKSI
Bung Hatta …………….
PENUTUP ……………………………………………………………
-TUJUAN
-KRITIK DAN SARAN
-DAFTAR PUSTAKA





BAB 2
PEMBAHASAN
RESENSI BUKU NON FIKSI
HATTA
Judul : Hatta
Seri TEMPO : Seri Bapak Bangsa
ISBN / EAN 9789799102676 / 9789799102676
Tim Penulis : Buku Tempo
Penerbit : Gramedia Populer kepustakaan (KPG)
Publikasikan : 7 September 2010
Halaman :192
Berat : 200 gram
Dimensi (mm) :160 x 230
Tag : Biografi dan Otobiografi
Sekiranya masih hidup dan diminta memerikan situasi Republik Indonesia di awal abad ke-21, Mohammad Hatta hanya perlu mencetak-ulang tulisannya yang pernah terbit pada 1962: “Pembangunan tak berjalan sebagaimana semestinya…. Perkembangan demokrasi pun telantar karena percekcokan politik senantiasa. Pelaksanaan otonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah.”
Buku ini memaparkan sepak-terjang Mohammad Hatta, salah seorang Bapak Bangsa Indonesia dari pemikiran sampai ke asmara. Isi buku ini pernah dilaporkan dalam edisi khusus Majalah Berita Mingguan TEMPO sepanjang 2001-2009. Jauh di masa hidupnya, Hatta telah menerawang pahit-getir perjalanan Republik Indonesia sehingga sering disebut “melampui zaman”.
Menurut Mohammad Hatta, demokrasi dapat berkalan baik jika ada rasa tanggung jawab dan toleransi di kalangan pemimpin politik. Sebaliknya, menurut dia, “Perkembangan politik yang berakhir dengan kekacauan, demokrasi yang berakhir dengan anarki, membuka jalan untuk lawannya: diktaktor
Bung Hatta,mungkin banyak di antara kita yang mengenal sosok beliau.sungguh menarik ketika kita membaca buku biografi bung hatta.anda akan merasakan kehidupan beliau ketika menjadi wapres dan kuliah di negeri belanda.sosok yang di jadikan ikon  perjuangan anti korupsi di indonesia ini menjadikan kita rindu akan sosok beliau,pemimpin yang jujur dan mementingkan kepentingan rakyatnya.
Buku ini memaparkan sepak-terjang Mohammad Hatta, salah seorang Bapak Bangsa Indonesia dari pemikiran sampai ke asmara. buku ini dapat menjadi tambahan pembelajaran tentang seorang pahalwan yang sangat kurang di bangku sekolah.karena pada setiap diri pahlawan memiliki nilai – nilai yang dapat dijadikan pembelajaran bagi banyak orang
Tim buku tempo telah banyak mengeluarkan buku-buku bacaan tentang para pejuang bangsa,sehingga masyarakat indonesia lebih memahami tentang perjuangan para pahlawan.



BAB 3
PENUTUP




3.1 KESIMPULAN

Buku ini banyak memberi pemahaman kepada kita tentang bung hatta.
3.2 SARAN
Dengan begitu banyak kelebihan didalam buku ini, maka buku ini sungguh layak untuk di publikasikan. Serta untuk penulis atau pengarang buku ini, supaya lebih sukses dan maju maka untuk membuat buku selanjutnya agar dapat memperhatikan kata-kata yang digunakan juga agar dapat mengeluarkan buku seperti ini juga untuk para pelajar SMA.
Kami berharap kepada pengarang agar dapat mendengar saran dari kami agar mengeluarkan buku-buku selanjutnya juga lebih bagus dari buku-buku sebelumnya.





















RESENSI
BUKU NON FIKSI
“Bung Hatta”


D
I
S
U
S
U
N

O L E H
ROKI MIRZA

XII ia U

Guru pembimbing :
Dra Yuliarti





Dinas pendidikan,olah raga dan kebudayaan Sungai Penuh
Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Sungai Penuh.


DAFTAR PUSTAKA

Tim buku Tempo.2010.Hatta.Jakarta:tempo

RESENSI “BENGKEL kreativitas” NON FIKSI

KATA PENGANTAR
Pertama-tam mrilah kit pnjatkan kehadirat ALLAH SWT,yang mana Dia telah memmberikan kita nikmat kesehatan sehingga kita mampu menyelesaikan RESENSI buku non fiksi ini.Tida lupa pula shalawat beriring salam kita hadiahkan untuk nabi kita Muhammad SAW karena Beliau telah membawa kit dar zaman kebodohan kezaman yng penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat hari ini.
Tugas resensi ini dibuat untuk memenuhi tugas bahasa indonesia, sebagai manusia biasa mungkin dalam penulisan resensi kami memiliki banyak kesalahan, namun penulis berharap  tugas ini dapat memberikan pengetahuan bgi pembaca dan berguna dalam pengembangan pelajaran bahasa indonesia.
Sungai Penuh,26 november 2010
PENULIS

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Resensi ini dibuat untuk memenuhi tugas bahasa indonesia,agar siswa-siswa memahami dan mengerti cara membuat RESENSI dan apa itu resensi.
Resensi merupakan penilaian atau pembahasan suatu buku,maka adanya cara pembuatan resensi ini,maka siswa dapat menilai suatu buku apakah buku itu layak untuk dibaca oleh umum atau tidak.
1.2 TUJUAN
Resensi ini dibuat untuk membantu pembelajaran, serta melengkapi pematerian tentang resensi. Dengan tersusunnya resensi ini, supaya kita semua akan lebih banyak tahu hal-hal yang berkaitan dengan resensi.
Penulis mengambil buku yang berjudul HATTA bertujuan untuk memberi penilaian terhadap buku tersebut tentang kelayakan untuk di publikasikan.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………….
DAFTAR ISI …………………………………………………………
PENDAHULUAN ……………………………………………………
-LATAR BELAKANG ……………………………………….
-TUJUAN …………………………………………………….
RESENSI BUKU NON FIKSI
Bung Hatta …………….
PENUTUP ……………………………………………………………
-TUJUAN
-KRITIK DAN SARAN
-DAFTAR PUSTAKA





BAB 2
PEMBAHASAN
RESENSI BUKU NON FIKSI
BENGKEL KREATIVITAS
Judul : Bengkel Kreativitas
Penulis : Jordan E. Ayan
Penerbit : KAIFA
Cetakan : II, November 2002
Tebal : 312 halaman
Sebuah permainan menyenangkan menelusuri ladang kreatifitas yang kaya. Buku Bengkel Kreatifitas Ayan ini ditakdirkan untuk membuat pola pikir penikmatnya menjadi lebih menarik dan orisinal. Bengkel Kreatifitas adalah sebuah survey ide untuk melejitkan kreatifitas yang mengasikkan dan menyenangkan. Antisiasme Jordan Ayan sulit dibantah dan setiap penikmat buku ini akan mendapatkan strategi yang sesuai. Bengkel Kreatifitas adalah buku panduan untuk membebaskan semangat kreatif yang penuh inspirasi sekaligus praktis. Masa dapan adalah milik mereka yang mampu membentuknya. Buku unik Jordan Ayan ini akan menunjukan cara membentuk masa depan, yaitu dengan menyediakan kunci untuk membuka ide-ide cemelang. Didalam buku ini kita mendapatkan sepuluh cara untuk menemukan ide-ide pamungkas melalui pergaulan, lingkungan, perjalanan, permainan, alam bawah sadar, seni, teknologi, berfikir, bacaan, dan jiwa kreatif.
Setelah membaca buku ini penulis berharap, bila anda merasa anda bukan tipe orang yang kreatif, maka anda pasti akan merubah pikiran setelah membaca buku Bengkel Kreatifitas ini. Jordan Ayan akan mengajak anda untuk menjadikan seluruh dunia anda menjadi bengkel guna menempa kembali kraetifitas anda. Perkakas yang akan anda temukan dalam bengkel ini bukanlah palu atau obeng, melainkan sepuluh strategi yang dapat anda gunakan untuk membongkar, memasang, merakit, dan mengembangkan daya kretif anda. Baik anada ingin lebih kreatif dalam mengembangkan ide-ide baru ditempat kerja anda, maupun mencari inspirasi untuk kegiatan pribadi, seperti menulis atau melukis, buku ini akan membantu anda meluaskan wawasan dan menyulut semangat kreatif anda.


BAB 3
PENUTUP




3.1 KESIMPULAN

Sebuah permainan menyenangkan menelusuri ladang kreatifitas yang kaya. Buku Bengkel Kreatifitas Ayan ini ditakdirkan untuk membuat pola pikir penikmatnya menjadi lebih menarik dan orisinal
3.2 SARAN
Dengan begitu banyak kelebihan didalam buku ini, maka buku ini sungguh layak untuk di publikasikan. Serta untuk penulis atau pengarang buku ini, supaya lebih sukses dan maju maka untuk membuat buku selanjutnya agar dapat memperhatikan kata-kata yang digunakan juga agar dapat mengeluarkan buku seperti ini juga untuk para pelajar SMA.
Kami berharap kepada pengarang agar dapat mendengar saran dari kami agar mengeluarkan buku-buku selanjutnya juga lebih bagus dari buku-buku sebelumnya.





















RESENSI
BUKU NON FIKSI
“BENGKEL KREATIVITAS”


D
I
S
U
S
U
N

O L E H
ROKI Mirza

XII ia U

Guru pembimbing :
Dra Yuliarti





Dinas pendidikan,olah raga dan kebudayaan Sungai Penuh
Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Sungai Penuh.


DAFTAR PUSTAKA

Ayan,J ordan E.2002.Bengkel Kreativitas,Jakarta:Kaifa
BISMILLAHIRAHMANIRAHIIM

Biologi Molekuler Gen.
DNA

Replikasi merupakan penggandaan DNA yang disebut fase S. Replikasi terbagi menjadi dua yaitu transkripsi dan translasi.
Transkripsi adalah Molekul DNA dikopi Menjadi mRNA.
Translasi molekul mRNA diubah menjadi Asam Amino.
DNA Memiliki utas ganda, jika ingin melakukan Replikasi maka utas ganda tersebut Harus diubah menjadi single heliks dengan bantuan enzim Helikase. Ketika terjadi pemisahan utas maka Enzim SSBP (Single Stand Binding Protein) bertugas sebagai penyangga utas agar tidak kembali membntuk double heliks. Setelah terjadi pemisahan maka Enzim RNA polimerase membentuk Primer atau tempat penggandaan dan selanjutnya DNA Polimerase III melakukan tugasnya yaitu Pengopy / membentuk DNA.
Ketika Terjadi penggandaan Terdapat Utas Leging, dimana didalam utas leging terbentuk celah dan mnyebabkan primer tidak kontinyu. celah trsebut disebut dengan fragmen Okazaki. untuk membuat primer kontinyu maka diisi oleh DNA Polimerase I dan dibantu Oleh Enzim Ligase. Enzim-enzim tersebut mulai bekerja tepat dititik Ori

Dalam Rantai DNA terdapat Diagram Chargaf, Dimana jumlah Basa Purin (A & G) sama dengan jumlah basa pirimidin. Basa pirin memiliki jumlah Cincin Dua dan Basa Pirimidin memilik cincin Satu.
Transkripsi Terjadi pada inti sel dan melibatkan mRNA, tRNA, rRNA.
-Inisiasi
 pada inisiasi terdapat Promotor dan transport.
pada prokaryot promotor disebut dengan Pribnow box, dan pada eukaryot disebut dngan Tata box.
Jika RNA Polimerase menempel di promotor yang pertama kali mengenalnya adalah faktor Sigma.
-Elongasi
Merupakan faktor NusA sebagai pengopy
-Terminasi
Terdapat di terminator dan dipengaruhi faktor Rho.

Translasi
  Yaitu mRNA ditranslet ke Asam Amino yang terjadi pada ribosom. Ribosom Dibagi menjadi Dua yakni Ribosom Kecil yang ditempeli mRNA, serta Ribosom Besar ditempeli tRNA. didalam sub-sub trsebut terdapat peptidil dan amino asil.
Proses translasi slalu dimulai dari ujung 5P-3OH.




TEKNOLOGI DNA REKOMBINAN
Yaitu DNA Asli disisipkan DNA Asing untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Dalam melakukan DNA Rekombinan Hal-hal yng dibutuhkan yaitu:
-Plasmid sebagai vektor
-Enzim Restriksi yang disebut dengan EcoRI yaittu skuens pngnal GAATTC
-Enzim Ligase
-Bakteri (Inang)
Tahap Isolasi
Isolasi-->Potong(Restriksi)-->penemplan(Ligase)-->dimasukkan Kebakteri.
proses pemasukkan ada tiga cara yaitu ; Dengan cara Transformasi yaitu Bakteri mengambil DNA dari Lingkungan.
Dengan Cara Transduksi Yaitu melalui virus Phage.
Dengan cara konjugasi yaitu melalui phili.


DASAR SELULER REPRODUKSI
Ada tiga cara pembelahan pada organisme yaitu pembelahan Biner, Mitosis dan Mieosis.
Pembelahan Biner Terjadi pada Jenis Sel prokaryot (Bakteri dan Archaea) dan Protista.
pada Sel Eukaryot Terjadi pembelahan secara mitosis dan Mieosis.
Mitosis : 2n, Jumlah 2; Sel tubuh.
Mieosis: n; Jumlah 4; Sel reproduksi.

MITOSIS
Fase Interfase : G1 Penydiaan Protein; S Replikasi; G2 Penyediaan Protein.
Fase Profase : DNA+Histon=Kromatin ==>Kromosom
Fase Metafase : kromosom berada di bidang اکتور
Fase Anafase : kromosom mulai tertarik ke kutub-kutubnya.
fase telofase :  Kromosom telah sampai kekutub-kutubnya
Fase Sitokinesis : Pembelahan dinding.

MIEOSIS
Mieosis I Terjadi Pmisahan kromosom homolog
Mieosis II Pemisahan Kromatid bersaudara.
Pindah silang terjadi pada fase Profase I= Diploten.

Monday, 17 October 2011

Bab 1. Cakupan Biologi

Bab 1. Cakupan Biologi

Biologi mmplajari kehidupan dan berbagai macam organisme  hidup.
Cakupan Biologi yaitu :
-Tingkat Molekul
-Tingkal sel ( sel syaraf)
-Tingkat Organ (Otak)
-Tingkat Sistem organ ( sistem syaraf)
-Tingkat organisme
-Tingkat Populasi
-Tingkat Komunitas
-Tingkat Ekosistem.
Kehidupan dapat dipelajari dengan cara : Observasi; Bertanya;Mengajukan Hipotesis;memprediksi Hasil; dan Menguji.

Makhluk Hidup terdiri dari 2 jenis apabila dilihat dari sel nya, yakni Prokaryotik dan eukaryotik.
Sel Prokaryot berukuran kecil dan strukturnya relatif sederhana, tidak memiliki inti, trbungkus mmbran plasma dan biasanya memilii dinding sel serta didalamnya terdapat DNA, Ribosom dan lainnya.
Sel Eukaryot, sel yang lebih kompleks dari sel prokaryot, Mempunyai inti sel yang jelas, diselubungi membran sel. didalam sel eukaryot terdapat membran plasma yang mengontrol hubungan antara sel dan lingkungan, serta ruang-ruang intra selular oleh sistem membran internal membentuk sistem endomembran. Organism eukaryot ada yang uniselular (protozoa),koloni (Sebagian Ganggang), dan Multi sel (Cendawan, tumbuhan, Hewan).

Pada sel tumbuhan dijumpai beberapa strukturv yang tidak dijumpai pada sel hewan yakni Kloroplas, Dinding sel, Plasmadosmata, Vakuola Sentral. dan begitu pula sebaliknya pada sel hewan terdapat Lisosom, sentrosom dengan sentriol, dan Flagel (meskipun ditemukan dibeberapa tumbuhan trdapat flagel).

Inti sel
Inti sel merupakan  organel terbesar serta tempat informasi genetik seperti DNA dan sintesis mRNA. inti sel mmiliki selubung Inti yang berfungsi untuk memisahkan inti daari endoplasma serta berhubungan dengan Retikulum Endoplasma.
Ribosom
Ribosom tempat pembuatan protein, Ribosom terbagi mnjadi Ribosom bebas dan ribosom trikat. Ribosom terikat tersuspensi dalam sitosol dan ribosom terikat menenmpel pada RE dan selubung Inti.
sistem endoplasma
Sistem Endoplasma merupakan Kumpulan dari organel-organel membran serta penghasil produk sel, sistem endoplasma meliputi, Retikulum Endoplasma, Alat Golgi, Lisosom, dan Vakuola.

Retikulum Endoplasma
-RE Halus

RE Halus berada jauh dari inti dan bersambung dengan RE KAsar. RE Halus tidak ditempeli Ribosom serta berfungsi dalam sintesis Lipid, Metabolisme karbohidrat, dan detoksifikasi racun dan obat.
RE Kasar.
RE Kasar terdapat didekat inti, bersambung dengan pembungkus inti. RE Kasar Menghasilkan Membran Sel serta ditempli Ribosom yang mengahasilkan Protein sekretori.
Alat Golgi.
 Alat Golgi berfungsi menerima dan memodifikasi produk RE, serta mengirimkannya dalam vesikel transpor kemembran plasma atau ke Lisosom.Alat Golgi memiliki struktur protein lebih sempurna.
Lisosom
 Merupakan kompartemen pencerna dan pendaur ulang dan berupa vesikel yang dibentuk dari pertunasan membran alat golgi yang terdapat pada sel hewan dan sel cendawan tertentu, tidak ada pada sel tumbuhan.
Lisosom mngandung enzim-enzim hidrolitik untuk Fagositosis dan Autofagi.
Vakuola
Vakuola Makanan dibentuk dengan fagositosis untuk mencerna makanan secara internal.
Vakuola Kontraktil, dijumpai pada banyak Protista diperairan sperti Paramecium. dan berfungsi untuk memompa air dari Sel, menjaga kosentrasi ion dan molkul dalam sel.
Vakuola Sntral. Dijumpai dalam sel dewasa tumbuhan dan cendawan tanpa lisosom.
fungsi Vakuola sntral. Hidrolisis; transportasi larutan secara selektif; sebagai tempat menyimpan cadangan makanan; mengandung pigmen untuk menarik polinator; mengandung senyawa beracun untuk mlindungi diri dari predator; dan tempat ion anorganik.

MITOKONDRIA
Mengubah energi Kimia, dijumpai hampir disemua eukaryot, tempat respirasi selular, tidak termasuk organel dlam sistem endomembran, jumlah dalam sel brhubungan dengan tingkat aktivitas metabolisme. Matriks mengandung Ribosom Bebas, DNA , dan enzim respirasi.

KLOROPLAS
Dijumpai pada sel tumbuhan dan sebagian kecil protista, merupakan tempat fotosintesis , tidak termasuk organel dlam sistem endomembran, termasuk dalam jenis Plastida, Serta mengandung Klorofil dan enzim tilakoid, DNA dan Ribosom.