Awalnya hanya sebuah permainan yang mungkin untuk semua orang tak wajar
hal ini terjadi. Perbedaan cara pandang antara aku dan yang lain mengantarkanku
dalam permainan yang tak seharusnya terjadi. Berawal dari sebuah permainan
modern sebuah obrolan tak bersuarapun terjadi untuk memulai permainan ini.
Obrolan liar yang membuat semua tertawa dan bahagia disana. Selalu memulai
obrolan dengan, “Hy”, “Apa kabar”. Klasik benar pertanyaan yang ku lontarkan,
namun tak bisa dipungkiri bahwa itu benar-benar mengantarkan otakku tak bisa
berhenti memikirkannya. P
Kaget, ternyata permainan ini
berlangsung dengan orang yang dekat dengan orang yang aku kenal. Permainan dan
obrolanpun semakin membawa kita dalam larutnya khayal. Tak tahu mengapa hal ini
bisa terjadi, tak pernah bertemu sebelumnya namun permainan ini semakin membuat
aku gila. Aku merasa seperti de’ Javu, dan permainan ini terjadi lagi.
Diluar sana, banyak yang mengantri
untuk ikut serta bermain denganku, bahkan ada yang sanggup membayar mahal agar
bisa masuk dalam permainan yang aku anggap benar-benar harus kuat lahir bathin.
Aku selalu menjaga diri untuk tak gampang mempercayai orang-orang tersebut,
karena tak mau sesuatu yang buruk terjadi dengan peralatan mainku yang harus
dimainkan dengan orang yang cocok. E
Aku akan membayar dengan apa saja
yang kamu mau?, teriak seorang pengantri. Aku akan bermain serius dengan kamu,
terdengar lagi triakan dari antrian. Tapi hanya satu kalimat yang keluar dari
mulutku “maaf permainan ini tak mudah dimainkan dengan oran-orang seperti
anda”.
Satu bulan telah berlalu ku lewati di
negeri yang hobinya bermain dengan permainan seperti ini. Merekapun tak segan
mengeluarkan koceh yang banyak untuk sekedar bermain yang cukup menguras
tenaga. Tibalah saatnya aku kembali ke negeri dimana permainan yang kejam ini
segera dimulai kisahnya.
Awalnya semua berjalan biasa,
permainanpun berlangsung seperti normal. Sebuah proyek yang dijalankan di
permainanpun mulai. Yaudah menurutku biasa saja, obrolan-obrolan tak
bersuarapun mulai terjadi kembali setelah sekian lama tak berlangsung. Level
demi levelpun berubah, dari sekedar obrolan tak bersuara, akhirny kita
mendapatkan reward berupa suara untuk memperjelas semua permainan. Dari kotak
suara itulah obrolan dimulai dari sekedar perkembangan permainan yang
berlangsung hingga masalah rules apa yang terjadi disalah satu pemain. B
Permainan semakin asik, ditambah lagi
permainan puncak melawan musuh berat yakni hokum yang ada. Sumpah itu biasa
saja, kitapun menang melawannya. Setelah permainan itu selesai dilanjut lagi ke
level berikutnya, namun disini mulai merasa sedikit kesal karena seperti tak
dianggap lagi dipermainan ini. Namun selalu mencoba meng-upgrade apa yang ada
dan selalu positif pikiran untuk hal ini. Akhirny kita sampai ke permainan mu
yelawan musuh berat tahap dua, terasa sedikit sakit karena permainan ini
pertama untukku karena tak hanya menghadapi muuh berat, tapi juga harus
bertanding melawan diri sendiri. Akhirnya kita memenangkan permainan ini, tapi
aku harus terluka walaupun hanya waktu yang sebentar. R
Wah, level permainan semakin
meningkat ke yang lebih tinggi. Ahhhh, tapi mengapa aku selalu merasa permainan ini perlu
dipertahankan dan dilanjutkan. Kembali lagi berpositif thinking tentang hal
ini, sampai akhirnya aku merasa suatu yang aneh tentang perasaanku terhadap
lawan mainku dalam permainan ini. Akhirnya aku putuskan untharuk mengungkapkan
perasaan itu, walaupun aku tahu permainan ini akan rusak jika aku harus terlalu
jujur. Jujur memang sakit, namun harus dilakukan dan benar ternyata dia bermain
dengan orang lain juga selain aku. I
Aku pikir-pikir betapa bodohnya aku
mempertahankan dia sebagai teman bermainku, toh banyak yang diluar yang
menungguku untuk bermain dengan mereka, atau akupun bisa bermain dengan
pemain-pemain yang luar biasa disana, tapi itu bukanlah aku jika aku harus
menghianati lawan mainku. Sadar, kalau semakin kesini dia A semakin berubah tapi
semakin dia berubah hal itu takkan merubah betapa seriusnya permainan yang
sedang berlangsung ini untukku. Aku akan tetap serius dengan permainan ini
meskipun harus tetap terluka, karena aku yakin suatu saat dia sadar siapa
partner terbaik yang pernah dia miliki.
Tak pernah hilang dalam benakku
tentangnya, setiap langkahpun hanya teringat dia.
Kesabaran akan berbuah manis, kesetiaanpun
akan berbuah indah. N
