Tuesday, 8 May 2012

My problem

Jujur dari awal saya sudah mulai ngerasa gak nyaman dengan jurusan ini, apalagi semenjak aku kenal mereka. Aku memang diterima dijurusan pilihan ketiga ku, intinya aku kejebak dengan namanya. Aku selalu mencoba untuk mencintai ataupun menyukai jurusanku ini, ya sih awalnya aku mulai suka dan fun dengan semuanya. Mungkin rasa sukaku udah nyampe titik jenuh, soalnya tiba-tiba aku ngerasa gak comfort lagi di sini. Seperti yang saya paparkan diatas saya merasa gak nyaman semenjak kenal dengan mereka. Mereka ibarat pengganggu dalam hidupku.
Aku mendapat pelajaran baru dari jurusanku, terutama tentang pertaniannya. Aku bangga bisa masuk jurusan itu, aku bisa ngebantu orangtuaku untuk bertani, aku bisa berbagi ilmu dengan orang-orang disekitarku. Namun, disisi lain aku ngerasa jiwaku bukan disana. Besok tepatnya tanggal 3 mei 2012 saya ingin mencoba pergi ke pihak yang mengurusi perpindahan jurusan. Sebenarnya aku nekat untuk melakukan ini, karena selama ini aku selalu mencoba membuat diriku untuk mencintai jurusan itu, ditambah lagi orangtuaku menaruh harapan besar untukku di jurusan itu.
Sempat terfikir dalam benakku, kalau bukan jurusan itu, mungkin aku tidak bisa masuk ke IPB. Itulah mungkin penyebab selama ini aku hanya bisa terdiam dan mau saja dengan jurusan itu. Tapi hari ke hari, bulan berganti bulan lagi, aku tidak bisa menrima itu.
Ketika masih di semester satu, saya selalu membanggakan jurusan saya tersebut, saya selalu ingin tahu siapa saja teman saya di departemen nanti. Saya sempat ngungkapin kesenanangan bahagia  tersebut dengan ngepost ke salah satu grup fakultas di jejaring sosial, yang isinya “sayapun bangga dengan Ilmu ta**h, walaupun hanya pilihan ketiga, saya yakin kalian juga pasti senang”. Selain itu rasa bahagiaku sempat aku luapkan dengan menjadi ketua panitia perkumpulan mahasiswa fakultas dan masih banyak lagi cara-cara yang lain.
Semenjak semester kedua, kita telah ditempatkan di jurusan masing-masing, ketidakkuatan ku mulai terlihat, aku selalu sakit selepas praktikum di laboratorium kimia tersebut. Aku memang orangnya gampang sakit, tapi apabila aku harus tetap bertahan dijurusan tersebut, itu hanya membuat aku menjadi sakit terus. Ditambah lagi di jurusan tersebut nanti, di semester ketiga dan seterusnya akan semakin berat dengan kuliah lapang. Itu pasti akan membuat aku semakin sakit, dan untuk mengatasi hal tersebut aku harus dengan cepat mengambil keputusan pindah jurusan.
Tadi (2 mei 2012) saya sempat curhat kepada salah satu teman departemen saya, saya ngungkapin semuanya dan dia ngerti apa yang sedang aku hadapin sekarang, aku ngerasa agak sedikit plong atau “lepas” setelah ngobrol dengan dia. Sumpah, tadi aku ngerasa sendiri disaat keramaian, ketika anak-anak latihan dengan semangat, aku hanya bisa dengar musik sambil nyanyi dan ngelamun. Anak-anak asyik banget, dia ngajak ngobrol saya, tapi apa yang mau dikata ?? kalo udah ngerasa gak nyaman, apakah tetap harus dilanjutin ?.

Selain bergelut dalam keadaan ini, disisi lain aku juga bergelut dengan ke rasa percayaku.

AKU INGIN PINDAH DEPARTEMEN