Sunday, 22 December 2013

"Permainan" yang tak biasa



  Awalnya hanya sebuah permainan yang mungkin untuk semua orang tak wajar hal ini terjadi. Perbedaan cara pandang antara aku dan yang lain mengantarkanku dalam permainan yang tak seharusnya terjadi. Berawal dari sebuah permainan modern sebuah obrolan tak bersuarapun terjadi untuk memulai permainan ini. Obrolan liar yang membuat semua tertawa dan bahagia disana. Selalu memulai obrolan dengan, “Hy”, “Apa kabar”. Klasik benar pertanyaan yang ku lontarkan, namun tak bisa dipungkiri bahwa itu benar-benar mengantarkan otakku tak bisa berhenti memikirkannya.   P
Kaget, ternyata permainan ini berlangsung dengan orang yang dekat dengan orang yang aku kenal. Permainan dan obrolanpun semakin membawa kita dalam larutnya khayal. Tak tahu mengapa hal ini bisa terjadi, tak pernah bertemu sebelumnya namun permainan ini semakin membuat aku gila. Aku merasa seperti de’ Javu, dan permainan ini terjadi lagi.
Diluar sana, banyak yang mengantri untuk ikut serta bermain denganku, bahkan ada yang sanggup membayar mahal agar bisa masuk dalam permainan yang aku anggap benar-benar harus kuat lahir bathin. Aku selalu menjaga diri untuk tak gampang mempercayai orang-orang tersebut, karena tak mau sesuatu yang buruk terjadi dengan peralatan mainku yang harus dimainkan dengan orang yang cocok.  E
Aku akan membayar dengan apa saja yang kamu mau?, teriak seorang pengantri. Aku akan bermain serius dengan kamu, terdengar lagi triakan dari antrian. Tapi hanya satu kalimat yang keluar dari mulutku “maaf permainan ini tak mudah dimainkan dengan oran-orang seperti anda”.
Satu bulan telah berlalu ku lewati di negeri yang hobinya bermain dengan permainan seperti ini. Merekapun tak segan mengeluarkan koceh yang banyak untuk sekedar bermain yang cukup menguras tenaga. Tibalah saatnya aku kembali ke negeri dimana permainan yang kejam ini segera dimulai kisahnya.
Awalnya semua berjalan biasa, permainanpun berlangsung seperti normal. Sebuah proyek yang dijalankan di permainanpun mulai. Yaudah menurutku biasa saja, obrolan-obrolan tak bersuarapun mulai terjadi kembali setelah sekian lama tak berlangsung. Level demi levelpun berubah, dari sekedar obrolan tak bersuara, akhirny kita mendapatkan reward berupa suara untuk memperjelas semua permainan. Dari kotak suara itulah obrolan dimulai dari sekedar perkembangan permainan yang berlangsung hingga masalah rules apa yang terjadi disalah satu pemain.  B
Permainan semakin asik, ditambah lagi permainan puncak melawan musuh berat yakni hokum yang ada. Sumpah itu biasa saja, kitapun menang melawannya. Setelah permainan itu selesai dilanjut lagi ke level berikutnya, namun disini mulai merasa sedikit kesal karena seperti tak dianggap lagi dipermainan ini. Namun selalu mencoba meng-upgrade apa yang ada dan selalu positif pikiran untuk hal ini. Akhirny kita sampai ke permainan mu yelawan musuh berat tahap dua, terasa sedikit sakit karena permainan ini pertama untukku karena tak hanya menghadapi muuh berat, tapi juga harus bertanding melawan diri sendiri. Akhirnya kita memenangkan permainan ini, tapi aku harus terluka walaupun hanya waktu yang sebentar. R
Wah, level permainan semakin meningkat ke yang lebih tinggi. Ahhhh, tapi mengapa  aku selalu merasa permainan ini perlu dipertahankan dan dilanjutkan. Kembali lagi berpositif thinking tentang hal ini, sampai akhirnya aku merasa suatu yang aneh tentang perasaanku terhadap lawan mainku dalam permainan ini. Akhirnya aku putuskan untharuk mengungkapkan perasaan itu, walaupun aku tahu permainan ini akan rusak jika aku harus terlalu jujur. Jujur memang sakit, namun harus dilakukan dan benar ternyata dia bermain dengan orang lain juga selain aku. I
Aku pikir-pikir betapa bodohnya aku mempertahankan dia sebagai teman bermainku, toh banyak yang diluar yang menungguku untuk bermain dengan mereka, atau akupun bisa bermain dengan pemain-pemain yang luar biasa disana, tapi itu bukanlah aku jika aku harus menghianati lawan mainku. Sadar, kalau semakin kesini dia A semakin berubah tapi semakin dia berubah hal itu takkan merubah betapa seriusnya permainan yang sedang berlangsung ini untukku. Aku akan tetap serius dengan permainan ini meskipun harus tetap terluka, karena aku yakin suatu saat dia sadar siapa partner terbaik yang pernah dia miliki.
Tak pernah hilang dalam benakku tentangnya, setiap langkahpun hanya teringat dia.
Kesabaran akan berbuah manis, kesetiaanpun akan berbuah indah. N


 

Saturday, 16 June 2012

Wahhhh, gak terasa udah satu tahun gua kuliah di IPB. Rasanya baru kemaren bolak balik Tanah baru- Dramaga, terus naik angkot mulai dari nomor angkot 01 sampai angkot ke puncak, akhirnya kembali naik angkot yang sama dan akhirnya nyampe juga deh kampus. ketika nyampe kampus terus ngantri buat daftar ulang di dekat GWW. Sempat merinding pas liat disepanjang jalan "selamat datang putra-putri terbaik bangsa". setelah nunggu selam satu jam, akhirnya nama saya dipanggil buat daftar ulang.

Tuesday, 8 May 2012

My problem

Jujur dari awal saya sudah mulai ngerasa gak nyaman dengan jurusan ini, apalagi semenjak aku kenal mereka. Aku memang diterima dijurusan pilihan ketiga ku, intinya aku kejebak dengan namanya. Aku selalu mencoba untuk mencintai ataupun menyukai jurusanku ini, ya sih awalnya aku mulai suka dan fun dengan semuanya. Mungkin rasa sukaku udah nyampe titik jenuh, soalnya tiba-tiba aku ngerasa gak comfort lagi di sini. Seperti yang saya paparkan diatas saya merasa gak nyaman semenjak kenal dengan mereka. Mereka ibarat pengganggu dalam hidupku.
Aku mendapat pelajaran baru dari jurusanku, terutama tentang pertaniannya. Aku bangga bisa masuk jurusan itu, aku bisa ngebantu orangtuaku untuk bertani, aku bisa berbagi ilmu dengan orang-orang disekitarku. Namun, disisi lain aku ngerasa jiwaku bukan disana. Besok tepatnya tanggal 3 mei 2012 saya ingin mencoba pergi ke pihak yang mengurusi perpindahan jurusan. Sebenarnya aku nekat untuk melakukan ini, karena selama ini aku selalu mencoba membuat diriku untuk mencintai jurusan itu, ditambah lagi orangtuaku menaruh harapan besar untukku di jurusan itu.
Sempat terfikir dalam benakku, kalau bukan jurusan itu, mungkin aku tidak bisa masuk ke IPB. Itulah mungkin penyebab selama ini aku hanya bisa terdiam dan mau saja dengan jurusan itu. Tapi hari ke hari, bulan berganti bulan lagi, aku tidak bisa menrima itu.
Ketika masih di semester satu, saya selalu membanggakan jurusan saya tersebut, saya selalu ingin tahu siapa saja teman saya di departemen nanti. Saya sempat ngungkapin kesenanangan bahagia  tersebut dengan ngepost ke salah satu grup fakultas di jejaring sosial, yang isinya “sayapun bangga dengan Ilmu ta**h, walaupun hanya pilihan ketiga, saya yakin kalian juga pasti senang”. Selain itu rasa bahagiaku sempat aku luapkan dengan menjadi ketua panitia perkumpulan mahasiswa fakultas dan masih banyak lagi cara-cara yang lain.
Semenjak semester kedua, kita telah ditempatkan di jurusan masing-masing, ketidakkuatan ku mulai terlihat, aku selalu sakit selepas praktikum di laboratorium kimia tersebut. Aku memang orangnya gampang sakit, tapi apabila aku harus tetap bertahan dijurusan tersebut, itu hanya membuat aku menjadi sakit terus. Ditambah lagi di jurusan tersebut nanti, di semester ketiga dan seterusnya akan semakin berat dengan kuliah lapang. Itu pasti akan membuat aku semakin sakit, dan untuk mengatasi hal tersebut aku harus dengan cepat mengambil keputusan pindah jurusan.
Tadi (2 mei 2012) saya sempat curhat kepada salah satu teman departemen saya, saya ngungkapin semuanya dan dia ngerti apa yang sedang aku hadapin sekarang, aku ngerasa agak sedikit plong atau “lepas” setelah ngobrol dengan dia. Sumpah, tadi aku ngerasa sendiri disaat keramaian, ketika anak-anak latihan dengan semangat, aku hanya bisa dengar musik sambil nyanyi dan ngelamun. Anak-anak asyik banget, dia ngajak ngobrol saya, tapi apa yang mau dikata ?? kalo udah ngerasa gak nyaman, apakah tetap harus dilanjutin ?.

Selain bergelut dalam keadaan ini, disisi lain aku juga bergelut dengan ke rasa percayaku.

AKU INGIN PINDAH DEPARTEMEN 

Wednesday, 28 March 2012

Bab 5
pertemuan 1

pertemuan 3

Buat yang mau slide pengantar fisika tanah, silakan download link diatas.

Saturday, 21 January 2012

Rentak kudo


Asal Muasal Tarian Rentak Kudo

Tari Rentak Kudo adalah tarian kesenian khas budaya asli masyarakat Kerinci yang berasal dari daerah Hamparan Rawang Kabupaten Kerinci, Jambi yang banyak diminati kalangan masayakat di Kabupaten Kerinci.

Tarian ini dikenal sebagai “Rentak Kudo” karena gerakannya yang menghentak-hentak seperti kuda. Tarian ini ditarikan di dalam perayaan yang dianggap sangat sakral oleh masyarakat Kerinci. Tingginya penghormatan terhadap perayaan seni dan budaya Kerinci ini pada zaman dahulu sangat kuat sehingga dipercaya bahwa dalam setiap pementasan seni budaya ini getaran dan hentakan tari Rantak Kudo bisa terasa hingga jarak yang sangat jauh dari lokasi pementasan. Tarian ini dipersembahkan untuk merayakan hasil panen pertanian di daerah Kerinci yang secara umum adalah beras (padi) dan dilangsungkan berhari-hari tanpa henti. Kadang bila dilanda musim kemarau yang panjang, masyarakat Kerinci juga akan mementaskan kesenian ini untuk berdoa kepada Yang Maha Kuasa (menurut kepercayaan mereka masing-masing). Tujuan dari pementasan tari ini umumnya adalah untuk melestarikan pertanian dan kemakmuran masyarakat, untuk menunjukkan rasa syukur masyarakat Kerinci baik dalam musim subur maupun dalam musim kemarau untuk memohon berkah hujan.
Walaupun telah ada banyak tulisan yang menuliskan tentang asal-usul Tari Rantak Kudo, belum ditemukan sumber yang benar-benar menjelaskan asal-usul seni budaya ini di Kerinci. Hal ini diperkirakan karena sejarah Tari Rantak Kudo ini diperkirakan telah ada sejak lama sekali di daerah Kabupaten Kerinci. Menurut seniman-seniman senior (tua), kesenian ini telah dipelajari dan di laksanakan jauh sebelum mereka lahir namun asal-usulnya menjadi kabur seiring perjalanan waktu dan kurangnya perhatian dari sejarawan setempat.
Keberadaan seni tari Kerinci ini terus di jaga secara turun-temurun oleh seniman budaya Kerinci lokal dari generasi ke generasi, walaupun kerberadaannya sangat sedikit pada saat ini dan mulai pudar. Seni budaya ini sangat identik sekali dengan bahasa dan gaya bahasa masyarakat kerinci daerah Tanjung dalam menembangkanya nyayian (pengasuh) untuk mengiri kesenian dan tarian. Daerah Tanjung berada di hilir menyusuri sepanjang pinggiran sungai yang mengalir menuju Danau Kerinci. Hal ini terlihat dari lirik dan pantun serta bahasa Kerinci Hilir yang digunakan dalam mendendangkan lagu yang mengiringi gerakan tarian (pengasuh).

Tari Rantak Kudo dimainkan dengan diiringi alat musik gendang dan di iringi oleh nyayian yang berisi pantun-pantun, hal ini berbeda dengan Tari Rantak dari Minangkabau yang hanya diiringi instrumen musik. Para penari terdiri dari pria dan wanita yang menari dengan gerakan yang khas, yaitu kombinasi dari gerakan silat “langkah tigo” (“Langkah Tiga”) dan tari. Biasanya tarian ini juga dipentaskan dengan pembakaran kemenyan tradisional upacara ritual yang membuat penari semakin khidmat dalam geraknya, bahkan kadang-kadang ada di antara penari yang mengalami kesurupan.
Di Indonesia saat ini, tarian ini biasanya dipentaskan dalam acara-acara adat dan acara resepsi pernikahan adat Kerinci. Salah satu lirik lagu di dalam pantun yang bersahut-sahutan adalah : “Tigeo dili, empoak tanoh rawoa. Tigeo mudik, empoak tanoh rawoa” (Bahasa Indonesia: “Tiga di Hilir, Empat dengan Tanah Rawang. Tiga di Mudik, Empat dengan Tanah Rawang”). Lirik tersebut menceritakan sebuah kisah pada zaman nenek moyang suku Kerinci dahulu kala, di kala pemerintahan para Depati (Adipati), Tanah Hamparan Rawang merupakan pusat pemerintahan, pusat kota dan kebudayaan di kala itu, yaitu dalam lingkup Depati 8 helai kain yang berpusat di Hiang (Depati Atur Bumi) dimana Tanah Hamparan Rawang merupakan tempat duduk bersama (pertemuan penting dalam adat Kerinci).


































































Friday, 23 December 2011

lirik lagu daerah kerinci

Diuleh Budui
Angain buremboah sampe ni pesau
Jahiu basusang maminte maeh
Kasaih bucahe diuleh budui             2
Janjiu ngi manaih munyayek hatai                 x
Niek baduo lau nyiu sampe
Akau lah jatoih diuleh nasik
Dudoik ngi suhau munahan iboa
Rambuk ni panjau dikipoih angai                       2x
Reff :
Adeu didusing munahan iboa
Akau dirantoi munabuik budui
Badai diurau, atai di adeuk
Sabailah adeuk, sabailah adeuk

Sapanje malu aku ni mintauk
Dapaik lah gantui urau ngi ilauk
Buleuh nyiu senau urau mumandau
Pangubika atai, pularoi benciu                      2x







Atai iboa, tangaih idok sampe

Akau dudoik mumandang langaik
Takimek buroi terboa buduoi
Atai iboa, tangaih idok sampe
Taingauk maseu janjiu baduoa.

Adeuk ngi jaoih ditaneh awo, lah lupe maseu kite bajanjiu.
Aku dirantoi munahan iboa
Sambiu mungeloih kulangek tinggai
Mungkin disitiu pandau butemau.

Mbauh kunangaih, apeu ngi akau tangeh
Mbauh muratuk, sidiuk ndek diratauk.
Tangoih idok dapoak mungulang waktau.
Ratauk idok dapok, mnok adeu babaleuk

Badoooa dirantoa tabuoai sudoah,
Janjiu baduoa lah ilau sudoah.
Lah hinea niyau badai dirantai,
Adeuk mumiluih uhau buradoai.





Oh Mamauk
Oh mamauk, apeu sebik punakau tabuoi
Punakau taiu mamauk buradoi, punakau muskang hine dipandau.
Oh mamauk, ingauklah jugoa budui ngi lame
Katike hiding suseh busamiu, punakau adoa disamping mamauk.

Mamauk oi Mamauk
Kinai punakau lah tinggau suhe, rindauk lah jaoih diimbe tuhau,
Bapoik lah jaoih ilau buriteu.
Mamauk oi mamauk
Tinggaulah mamauk punakau nahiu, tempoik mungadui hatai ngi iboa.
Tapui mamauk kinai lah lupe budui.
Punakau hine, tiboa sudoah

Kupadeu siapeu agui badoi mungadui, bu mamauk adoa lagek uhau laing
Tuhau  jepinglah badoi, buleuh butemau ngi badi rindauk.
Bielah senau mamauk ngi tinggau.